Kisah “The Gift of The Magi”

e

Pemuda itu merelakan jam saku peninggalan orang tuanya yang turun-temurun itu untuk membelikan hadiah satu set penata rambut untuk pasangannya–pemudi. Sedang pemudi itu pun merelakan menjual rambutnya yang mencapai lutut untuk membelikan hadiah rantai jam saku untuk kekasihnya–pemuda–, agar kekasihnya tak lagi malu saat memperlihatkan jam sakunya dimanapun itu.

Saat kedua tahu bahwa mereka telah mengorbankan hal berharganya untuk membelikan hadiah satu sama lain, pemuda itu memilih untuk menyimpan semua itu dan–berpelukan.

Kesederhanaan, keikhlasan, ketulusan dan masih banyak lagi yang tergambar dalam cerpen ini, “The Gift of The Magi” karya O. Henry diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 1906.

Terimakasih untuk Fiksi Lotus, banyak hal sudah aku dapatkan dari situ.

Untuk membaca cerpen “The Gift of The Magi” karya O. Henry, klik di sini.

Iklan

Tentang Ainin Najib

Datang dari desa kecil di kecamatan Puger pantai selatan. Menulis puisi jadi menu favorit saya. Saya bercita-cita menjadi penyair.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh dan tag . Tandai permalink.

Silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s